You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Gerbosari
Logo Desa Gerbosari
Gerbosari

Kec. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang Di Website Resmi Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo

Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah di Kalurahan Gerbosari

Administrator 10 Agustus 2026 Dibaca 2 Kali
Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah di Kalurahan Gerbosari

Gerbosari, Kulon Progo - 10 Agustus 2026. Mahasiswa KKN-UGM Unit Sarga Dharma melaksanakan rangkaian program pengelolaan sampah di Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo selama masa pelaksanaan KKN selama 50 hari. Program yang berlangsung sejak awal pelaksanaan KKN hingga akhir periode kegiatan ini mengangkat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penyediaan sarana pemilahan, pemanfaatan kembali limbah, pengolahan sampah organik, edukasi, serta pemetaan fasilitas pengelolaan sampah.

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian disosialisasikan kepada masyarakat pada 28 Juli 2026 sebagai salah satu momentum untuk memperkenalkan hasil dan manfaat program sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Salah satu kegiatan utama dilaksanakan oleh Salma Farah Yumna melalui pembuatan 20 unit tong sampah terpilah untuk botol plastik serta kertas/kardus. Tong sampah tersebut didistribusikan ke lima padukuhan, yaitu Padukuhan Sumbo, Dukuh, Tlogo, Menggermalang, dan Kayugede. Penyediaan fasilitas ini ditujukan untuk membantu masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya sehingga sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan dikelola secara lebih optimal.

Selain penyediaan tong sampah, Dewan Langit Hidayatullah mengembangkan alat press botol plastik yang digunakan untuk mengurangi volume botol sehingga lebih efisien dalam proses penyimpanan dan pengumpulan. Sementara itu, Yosua Johan Sitepu mengembangkan bottle collector yaitu tempat sampah botol plastik dengan desain yang lebih kompleks. Fasilitas tersebut ditempatkan pada dua titik, yaitu Padukuhan Sumbo dan Padukuhan Jati, untuk mendukung pengumpulan botol plastik di lokasi yang telah ditentukan.

Yosua juga mengembangkan inovasi pengolahan sampah organik berupa alat pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Komposter yang digunakan dibuat dari ember cat bekas, sehingga material yang sebelumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai sarana pengolahan sampah organik.

Upaya pengelolaan lingkungan juga dilakukan oleh Izzatufathiyya Andeya Ramadhani melalui program Nyamuk Hempas Sehat Berkualitas dengan pemanfaatan ovitrap. Ovitrap digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian populasi nyamuk sekaligus menjadi media untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

Selanjutnya, Dyah Suci Romadhoni mengembangkan pemanfaatan galon bekas menjadi produk fungsional berupa pot karakter dan pot gantung sebagai media vertikultur. Kegiatan tersebut menerapkan prinsip penggunaan kembali (reuse) dengan mengubah limbah plastik menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

Aspek edukasi dan pemetaan kemudian diperkuat oleh Nizrina Najwa Amalia melalui sosialisasi Bank Sampah kepada masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 tersebut memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan sistem Bank Sampah di tingkat padukuhan.

Selain sosialisasi, Nizrina juga melakukan pembuatan peta persebaran tong sampah di Kalurahan Gerbosari. Peta tersebut menjadi media informasi untuk menunjukkan lokasi fasilitas tempat sampah yang telah disediakan sekaligus mendokumentasikan persebaran sarana pengelolaan sampah di wilayah kalurahan.

Rangkaian program yang dilaksanakan selama 50 hari tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan, pemanfaatan kembali, edukasi, hingga pemetaan. Pemanfaatan material bekas seperti galon dan ember cat juga menjadi upaya untuk menghadirkan solusi yang sederhana, kontekstual, dan dapat diterapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN-UGM Unit Sarga Dharma berharap fasilitas dan pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir. Program ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata serta mendukung terwujudnya lingkungan Kalurahan Gerbosari yang bersih dan berkelanjutan. Red_SFY

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan