Selamat Datang di web resmi Desa Gerbosari           Mari Makaryo Mbangun Deso

 

Buah Favorit Putri Keraton Ada di Desa Gerbosari

Administrator 01 Oktober 2019 13:05:46 Herbal

Desa Gerbosari (30/9). Kepel dengan nama latin Stelechocarpus burahol merupakan tanaman dikotil yang jarangw sekali ditemui saat ini. Tanaman ini biasanya tumbuh di ketinggian 600 dpl (diatas permukaan laut). Pohonnya tegak dengan tajuk meruncing ke atas membentuk kubah seperti layaknya pohon cemara. Tingginya bisa mencapai 25 meter dengan diameter batang mencapai 40 sentimeter. Tanaman ini memiliki daun muda dengan warna pink pucat hingga pink keunguan dan apabila sudah tua daunnya berubah hijau kembali. Jika dilihat sekilas seperti tanaman pucuk merah. Keunikan tanaman ini adalah pada letak buahnya yang berada langsung di batang utama. Warna kulit buahnya coklat dengan tangkai kecil yang langsung terhubung dengan batang dan buahnya menggerombol. Jika masih mentah kulit buah berwarna coklat pucat jika ditekan bertekstur keras dan bila matang kulit buah berwarna coklat tua jika ditekan lunak dan bila dibuka daging buahnya berwarna kuning cerah dan berbau wangi. Biji buahnya besar dan berwarna coklat tua.

 

Baca juga:

Kumis kucing, tanaman yang tumbuh liar disekitar kita mempunyai manfaat yang besar

 

Di Desa Gerbosari pohon kepel masih bisa dijumpai di kebun-kebun warga diantaranya yang terletak di Pedukuhan Tlogo, Menggermalang dan Clumprit. Pohon kepel yang dijumpai di kebun warga biasanya sudah tumbuh tinggi dengan diameter batang yang sudah lebih dari 20 sentimeter. Pohon ini sulit dikembangkan melalui proses pencangkokan ataupun stek namun lebih mudah tumbuh dari penyemaian biji buah yang telah masak.

Buah kepel masih sulit sekali ditemui di para pedagang buah padahal ketika berbuah satu pohon bisa menghasilkan hingga 20kg. Buah ini juga belum laku dipasaran mungkin karena pohon buah kepel yang jarang ditemui dan juga banyaknya konsumen yang belum mengetahui manfaat dari buah ini. Di Desa Gerbosari buah kepel ini hanya laku Rp. 1,500,00 hingga Rp. 2.500,00 per kilo nya. Karena harganya yang rendah buah kepel ini tidak jarang hanya dibiarkan masak di pohon oleh warga dan dipetik jika ingin dikonsumsi atau dijadikan oleh-oleh bagi kerabat yang berkunjung ke rumah. Padahal buah ini adalah buah favorit para putri keraton, dan pohonnya banyak dijumpai dilingkungan keraton. Kenapa buah kepel ini favorit? Hal tersebut tidak terlepas dari manfaat buah kepel diantaranya adalah apabila makan buah ini, bau mulut kita seperti bunga viola, selain itu jg melancarkan air seni dan mengharumkan keringat atau swbagai deodoran alami. Disamping manfaat tersebut ternyata apabila dikonsumsi, buah kepel ini juga dapat mengobati penyakit asam urat dan sebagai alat kontrasepsi sementara bagi wanita.

Apabila dibudidayakan secara serius buah ini bisa menjadi pilihan oleh-oleh khas Desa Gerbosari selain kopi dan cemilan lainnya, mengingat manfaat buah yang banyak dan masih sangat jarang dijumpai. Bisa juga sebagai pilihan budidaya seperti pohon duren yang sudah banyak dikembangkan di desa ini. Red-AMS

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Peta Desa

Wilayah Kalurahan

Aparatur Kalurahan

Lurah Carik Panata Laksana Sarta Pangripta Danarta Jogobyo Ulu-Ulu Kamituwa Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Dukuh Staff Desa Staff Desa Staff Desa

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookInstagram

Lokasi Kantor Kalurahan

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung